Di sebuah pom bensin di sekitar Cibeureum Cimahi, terlihat antrian motor akan mengisi premium. Urusan antrian memang harus tertib, semua orang pun mematuhinya. Selain tertib tentu saja prosesnya harus cepat sehingga kita tidak terlalu lama membuang waktu untuk antri membeli premium. Dari seringnya mengisi premium dari SPBU ke SPBU yang lain, saya sering memperhatikan beberapa karakter orang dalam membeli premium tersebut. Ada yang langsung membeli dengan nilai yang pas, misalnya sepuluh ribu, atau lima ribu. Beberapa konsumen lain ada yang ingin diisi full saja tangki motornya. Untuk yang membeli premium dengan nilai uang yang pas, tentu sangat simple karena membayar dengan uang pas atau kalau uangnya tidak pas maka uang kembaliannya pun tidak susah. Yang agak rumit adalah jika mengisi dengan full tank lalu terlihat nilai uang di meteran SPBU tersebut nilainya tidak pas, sebagai contoh 11.555. Dengan nilai uang yang tidak pas tersebut otomatis petugas SPBU harus selalu menyediakan uang kecil, dan yang jadi titik kritis saya adalah bukan recehannya tapi itu butuh waktu yang lebih lama untuk memberikan uang kembalian itu pada si pembeli. Dan kasus inilah yang saya alami pagi tadi di SPBU itu. Antrian tersendat rupanya ada pembeli yang nunggu kembalian uang receh karena ternyata si petugas kehabisan uang receh tersebut. Saya hanya berfikir kenapa orang itu tidak membeli saja dengan nilai yang pas, misal Rp.11.000 atau Rp.12.000 sekalian kan simpel sekali. Malah ada yang karena kembalian uang receh tersebut kurang sedikit lalu marah sampai ada yang menulis di koran. Itulah dia setiap orang punya jalan berfikirnya masing-masing. Ada yang berfikir dan bertindak ribet namun ada pula yang ringan dan sederhana. Jika para pengendara motor saat beli premium seperti itu semua, wah bisa lama kalau antri di SPBU, belum lagi ada beberapa orang yang minta bon pembelian, ini malah lebih lama lagi.
Anda yang membeli premium untuk motor anda dengan pola seperti itu, segeralah berfikir, bisa saja anda menzalimi orang lain karena menyia-nyiakan waktu orang lain meskipun mungkin hanya 1 menit. Waktu 1 menit tentu sangat berharga apalagi di pagi hari banyak orang yang mengejar mesin absensi kantornya masing-masing. Selain itu tentu saja pihak SPBU harus memberikan pelayanan prima, bukan hanya mulai dari nol meterannya tapi juga menyiapkan uang recehan apabila menghadapi orang yang membeli premium dengan jumlah uang yang tidak pas.
Dari kejadian itu salah satu hikmahnya adalah Simply is The Best.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar