Minggu, 23 September 2012

sikap memaafkan yang tidak seimbang ...

Dua tokoh ini sama-sama berasal dari Bandung.  Dua-duanya sama-sama pernah bikin geger di masyarakat.  Tokoh yang satu bikin kaget karena menikah lagi atau berpoligami, tokoh yang kedua bikin geger karena kasus video porno dengan dua orang artis papan atas.
Tokoh pertama meski perbuatannya sah secara hukum seolah mendapat "hukuman" dari masyarakat, tokoh yang kedua mendapat hukuman penjara meski begitu tetap mendapat pembelaan & simpati dari para fans setianya.
Waktu pun berlalu .... tokoh pertama masih aktif berdakwah meski tidak sedahsyat dulu karena sebagian masyarakat terutama kaum wanita seolah masih membencinya, masih menghukumnya.  Tokoh yang kedua setelah keluarnya dari penjara, malah mendapat sambutan yang luar biasa hebatnya.  Tour yang dianggap sukses itu tercatat di buku rekor Muri.  Masyarakat sepertinya melupakan atau memaafkan perbuatannya itu.  Mereka menyambut kembalinya sang tokoh dengan alasan melihat seninya saja tidak menghukum orangnya.  Oke saja mereka yang punya sikap seperti itu, namun sikap yang berbeda kita lihat pada tokoh yang pertama tadi yang merupakan pendakwah, meski tindakannya sah dan halal namun masyarakat seolah tidak menerimanya, kita lihat sekarang, tidak ada televisi yang mau menayangkannya kembali dalam acara-acara unggulan mereka.  Fenomena ini memang sangat tidak seimbang, masyarakat memang punya penilaiannya masing-masing, dan itu bisa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah kekuatan media. 
Memaafkan memang dibutuhkan karena kita sadar kita pun tidak terlepas dari kesalahan. Apapun itu memaafkan dibutuhkan kebesaran jiwa dan kedewasaan dalam bersikap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar