Setiap sabtu saat memberikan
materi di kampus itu, selalu saya lewati taman makam yang cukup padat penghuninya. Pemandangan pusara yang indah dari kejauhan
tampak rapi berjejeran. Pusara yang terpasang menandakan ada raga yang terkubur
dan tergeletak tak berdaya. Yang
terkubur di sana tak berdaya apapun meski untuk mengusir rayap yang paling kecil
sekalipun. Di alam mereka yang sedang
terkubur itu hanya amalan yang menemaninya.
Kegelisahan dan ketakutan buat mereka yang selama hidupnya minim dengan amal
kebaikan. Ketenangan menyelimuti mereka
yang selama hidupnya optimal dengan amal
kebaikan. Pada pusara itu tertulis rapi
nama penghuni makam, berikut tanggal mulai dan akhir hidupnya. Betapa waktu menjadi sedemikian berharga buat
mereka yang sudah tinggal di makam itu.
Sering saya melihat jejeran pusara itu di setiap sabtu, namun baru saat
itu begitu terpikir bagaimana suasana mereka di alamnya yang baru. Meski jasad
itu ada di tengah keramaian kota, hiruk pikuknya tak akan mungkin mereka nikmati. Lupakan tayangan sinetron atau film tentang
jasad yang kembali bergentayangan.
Selama waktu hiduplah kita masih bisa beraktifitas dengan segala suka
citanya, namun saat sudah berakhir jatahnya maka raga ditinggal oleh sang
nyawa. Kini raga hanya teronggok dalam
makam untuk dijadikan santapan binatang tanah yang kelaparan.
Di sekitar taman makam
berseliweran orang-orang dengan segala aktifitasnya. Pemandangan taman pusara mungkin hanya
pemandangan biasa, tapi mungkin ada juga yang melihatnya sebagai peringatan
yang sangat berharga. Taman pusara itu
kini mengingatkan akan mahalnya sebuah
kesempatan dan berharganya seperseribu detik kehidupan. Di taman pusara itu
tertulis jatah waktu hidup, dan kita yang masih diberi waktu hanya tinggal
menunggu saat antrian nyawa itu dicabut.
Siapkah atau tidak itu bukan untuk digunjingkan. Bersiaplah setiap saat karena kita tidak tahu
kapan malaikat maut itu menjemput. Ayo
optimalkan jatah waktu yang tersisa untuk memperbanyak bekal dengan segala amal
kebaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar