Rabu, 19 Desember 2012

Bukan Taman Biasa


Setiap sabtu saat memberikan materi di kampus itu, selalu saya lewati taman makam yang cukup padat penghuninya.  Pemandangan pusara yang indah dari kejauhan tampak rapi berjejeran. Pusara yang terpasang menandakan ada raga yang terkubur dan tergeletak tak berdaya.  Yang terkubur di sana tak berdaya apapun meski untuk mengusir rayap yang paling kecil sekalipun.  Di alam mereka yang sedang terkubur itu hanya amalan yang menemaninya.  Kegelisahan dan ketakutan buat mereka yang  selama hidupnya minim dengan amal kebaikan.  Ketenangan menyelimuti mereka yang  selama hidupnya optimal dengan amal kebaikan.  Pada pusara itu tertulis rapi nama penghuni makam, berikut tanggal mulai dan akhir hidupnya.  Betapa waktu menjadi sedemikian berharga buat mereka yang sudah tinggal di makam itu.  Sering saya melihat jejeran pusara itu di setiap sabtu, namun baru saat itu begitu terpikir bagaimana suasana mereka di alamnya yang baru. Meski jasad itu ada di tengah keramaian kota, hiruk pikuknya tak akan mungkin mereka nikmati.  Lupakan tayangan sinetron atau film tentang jasad yang kembali bergentayangan.  Selama waktu hiduplah kita masih bisa beraktifitas dengan segala suka citanya, namun saat sudah berakhir jatahnya maka raga ditinggal oleh sang nyawa.  Kini raga hanya teronggok dalam makam untuk dijadikan santapan binatang tanah yang kelaparan.
Di sekitar taman makam berseliweran orang-orang dengan segala aktifitasnya.  Pemandangan taman pusara mungkin hanya pemandangan biasa, tapi mungkin ada juga yang melihatnya sebagai peringatan yang sangat berharga.  Taman pusara itu kini mengingatkan akan  mahalnya sebuah kesempatan dan berharganya seperseribu detik kehidupan. Di taman pusara itu tertulis jatah waktu hidup, dan kita yang masih diberi waktu hanya tinggal menunggu saat antrian nyawa itu dicabut.  Siapkah atau tidak itu bukan untuk digunjingkan.  Bersiaplah setiap saat karena kita tidak tahu kapan malaikat maut itu menjemput.  Ayo optimalkan jatah waktu yang tersisa untuk memperbanyak bekal dengan segala amal kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar