Dalam kehidupan sehari-hari panggilan bapak atau ibu
mungkin dianggap biasa saja, begitu pula Mr. atau Mrs. Panggilan itu
mengalir begitu saja dan kita tak mungkin membuat kesalahan ketika
menggunakan panggilan itu. Sampai pada suatu saat, makna sebuah
panggilan itu menjadi sangat berarti ketika saya menghadapi sebuah
kejadian di tempat kerja saya yang dulu. Beberapa tahun lalu saya sempat
bekerja di sebuah hotel berbintang empat di Bandung, pada malam itu
saya bertugas shift malam dan agak surprise karena ada tamu selebritis
papan atas yang check in ke hotel kami. Saat check in itulah saya
memberikan kunci kamar dan kartu kamarnya. Semua berjalan seperti biasa
dan saya lakukan sesuai SOP, namun telepon kemudian berdering. "Mas !
anda yang melayani saya check in kan ? " katanya. Saya menjawab benar
bahwa saya yang melayani artis tersebut. "Hei mas ! kerja yang betul
dong, lihat itu di kartu registrasi, ada yang salah itu, lihat yang
betul ya ! sambungnya. Saya berusaha mencari apa kesalahan itu, namun
sepertinya semua sudah betul dan tak ada yang keliru. Karena kelamaan
sang artis mulai tambah marah, "lihat itu MISTER..... itu salah mas,
saya bukan Mister saya Mrs.". Dug, jantung saya seolah berhenti
berdebar, karena kesalahan penyebutan memang menjadi sangat sensitif
bagi artis itu. Akhirnya saya langsung mengucap maaf kepadanya, "mohon
maaf BU ! sudah saya perbaiki. Saya beruntung artis itu tidak
terus-terusan marah, coba bayangkan jika saat mengucap maaf itu pun
salah lagi, pasti tambah marah artis ibukota itu. Lalu anda mungkin
bertanya, siapa sih artis itu, yang salah mister saja begitu marahnya.
Beliau adalah Dorce Gamalama. Anda tentu faham kenapa beliau sampai
marah seperti itu.
Kejadian itu betul-betul menyadarkan saya akan pentingnya sebuah
panggilan yang benar. Jika kita ambil contoh lain, seorang yang ingin
merasa muda tentu ingin dipanggil mba atau teteh dibanding dipanggil
dengan panggilan ibu. Saya juga punya teman yang lebih nyaman dipanggil
mas ketimbang dipanggil bapak. Apapun itu begitulah panggilan.
Panggilan ternyata bukan hanya untuk memanggil seseorang. Panggilan
juga merupakan sebuah pengakuan. Pengakuan akan sebuah jati diri yang
diharapkannya. Jadi berhati-hatilah menggunakan nama panggilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar