Selasa, 09 Oktober 2012

Panggilan adalah Sebuah Pengakuan

Dalam kehidupan sehari-hari panggilan bapak atau ibu mungkin dianggap biasa saja, begitu pula Mr. atau Mrs.  Panggilan itu mengalir begitu saja dan kita tak mungkin membuat kesalahan ketika menggunakan panggilan itu.  Sampai pada suatu saat, makna sebuah panggilan itu menjadi sangat berarti ketika saya menghadapi sebuah kejadian di tempat kerja saya yang dulu. Beberapa tahun lalu saya sempat bekerja di sebuah hotel berbintang empat di Bandung, pada malam itu saya bertugas shift malam dan agak surprise karena ada tamu selebritis papan atas yang check in ke hotel kami. Saat check in itulah saya memberikan kunci kamar dan kartu kamarnya.  Semua berjalan seperti biasa dan saya lakukan sesuai SOP, namun telepon kemudian berdering. "Mas ! anda yang melayani saya check in kan ? " katanya. Saya menjawab benar bahwa saya  yang melayani artis tersebut. "Hei mas ! kerja yang betul dong, lihat itu di kartu registrasi, ada yang salah itu, lihat yang betul ya ! sambungnya. Saya berusaha mencari apa kesalahan itu, namun sepertinya semua sudah betul dan tak ada yang keliru. Karena kelamaan sang artis mulai tambah marah, "lihat itu MISTER..... itu salah mas, saya bukan Mister saya Mrs.". Dug, jantung saya seolah berhenti berdebar, karena kesalahan penyebutan memang menjadi sangat sensitif bagi artis itu. Akhirnya saya langsung mengucap maaf kepadanya, "mohon maaf BU ! sudah saya perbaiki. Saya beruntung artis itu tidak terus-terusan marah, coba bayangkan jika saat mengucap maaf itu pun salah lagi, pasti tambah marah artis ibukota itu. Lalu anda mungkin bertanya, siapa sih artis itu, yang salah mister saja begitu marahnya.  Beliau adalah Dorce Gamalama. Anda tentu faham kenapa beliau sampai marah seperti itu.
Kejadian itu betul-betul menyadarkan saya akan pentingnya sebuah panggilan yang benar.  Jika kita ambil contoh lain, seorang yang ingin merasa muda tentu ingin dipanggil mba atau teteh dibanding dipanggil dengan panggilan ibu.  Saya juga punya teman yang lebih nyaman dipanggil mas ketimbang dipanggil bapak.  Apapun itu begitulah panggilan. Panggilan ternyata bukan hanya untuk memanggil seseorang.  Panggilan juga merupakan sebuah pengakuan. Pengakuan akan sebuah jati diri yang diharapkannya.  Jadi berhati-hatilah menggunakan nama panggilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar