Jumat, 31 Agustus 2012

Belajar untuk Mengajar – Mengajar untuk Belajar

Belajar untuk mengajar bisa diartikan kita belajar banyak hal untuk bahan mengajar, atau bisa juga diartikan bahwa cara belajar yang lebih efektif adalah dengan mengajarkannya ke orang lain.
Mengajar untuk belajar bisa diartikan bahwa saat kita mengajar sebetulnya itu adalah proses belajar.  Saat kita mengajar kita pun bisa menyerap banyak ilmu dari mahasiswa, peserta diklat atau siapapun yang kita ajar.
Add caption
 Saat saya mengajar selalu saya upayakan untuk banyak memperoleh ilmu, wawasan atau pengalaman dari mahasiswa atau peserta diklat.  Dengan cara seperti ini, saya bisa tetap segar dan semangat untuk mengajar.  Mengajar yang hanya searah saja dalam proses transfer ilmu akan menimbulkan efek jenuh.  Maka saya punya istilah lain untuk mengajar yaitu berguru pada murid atau saling berbagi ilmu & pengalaman dengan murid.  Tahun 2012, di ujung perkuliahan mahasiswa STAN di Cimahi saya memberikan tugas khusus dengan tujuan agar bisa mencerna materi perpajakan dengan lebih mudah dan menyenangkan.  Tugas ini juga untuk mengoptimalkan keseimbangan otak kiri dan kanan.  Tugas berupa atraksi seni yang harus ditampilkan di depan kelas yang dikaitkan dengan materi perpajakan atau upaya untuk mensosialisasikan pajak kepada masyarakat.   Saat semua kelompok telah menampilkan penampilan terbaiknya, terus terang saya berdecak kagum.  Meski dengan waktu yang singkat, sibuk dengan tugas dari dosen lainnya, ide dan kreatifitas mereka saya acungi jempol.  Banyak ilmu, ide dan hal yang menyenangkan lainnya yang bisa saya peroleh.  Ada kelompok yang menampilkan lagunya Iwan Fals berjudul Bento, yang kemudian menjadi berbau pajak sehingga terdengarlah jargon, “pajak-pajak-pajak ... asyiiiiik“, beberapa lagu hits kemudian disulap semua liriknya menjadi bertema perpajakan. Dua kelompok terakhir menampilkan karyanya dalam bentuk video, mengolah beberapa kemampuan sehingga tersaji sebuah video apik yang menurut saya pantas diapresiasi. Untuk itu mereka pun diminta mengunggahnya ke media youtube di internet sehingga akan bermanfaat buat siapapun yang melihatnya. Saya anggap bahwa karya mereka adalah sebuah masterpiece.
Terima kasih buat semua mahasiswa STAN Prodip 1 Cimahi tahun 2012, selain materi perpajakan yang telah anda kuasai, teruskan kembangkan bakat yang ada pada masing-masing diri kalian, dan jadilah anda semua generasi emas di Direktorat Jenderal Pajak yang sukses mengantarkan bangsa ini menuju kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.

Selasa, 28 Agustus 2012

Video Kehidupan

Hobby memfilmkan beberapa peristiwa menarik dalam keluarga atau tempat kerja masih terus dilakoni sampai saat ini.  Niat awalnya adalah hanya untuk keperluan pengarsipan, namun selanjutnya berkembang menjadi sebuah keasyikan yang bikin terus ketagihan.  Meski dengan sebuah handycam biasa tanpa teknik pengambilan gambar yang luar biasa, saat sedang mengambil film itu muncul sebuah kebahagiaan.  Rasa itu muncul ketika mengambil setiap wajah yang kita kenali, senyum itu akan selalu muncul, senyum itu betul-betul segar yang bikin hati jadi lebih bergetar.  Diantara mereka ada yang tersenyum karena surprise, tersenyum karena malu, ada juga yang tersenyum bak Syahrini yang sedang diwawancara wartawan gosip, namun yang paling mengasyikan adalah senyum spontan anak-anak yang begitu polos melambaikan tangan menuju kamera handycam.
Selain faktor senyum, ada lagi yang bikin bahagia ketika saya mengambil gambar video kehidupan.  Faktor yang satu ini, baru disadari setelah beberapa tahun pengambilan film.  Dalam sebuah pertemuan keluarga besar, film yang sudah 6 tahun yang lalu itu ditayangkan kembali dan disaksikan bersama. Wow luar biasa perasaan saat itu, semua melihat wajah-wajah yang masih lugu, penampilan yang masih cupu, gaya rambut dan baju saat itu yang sedang trend, dan hal lainnya yang ternyata mampu membuat kita tertawa tergelak tanpa ada seorang pun yang tersinggung.  Hari kemarin memang sejarah yang tak mungkin berulang, namun saat tayangan video itu ditayang ulang terasa bahwa apapun itu tetap terasa dan berdampak sampai saat ini.  Ada saudara yang saat tayangan itu diputar memang kondisinya sedang tidak beruntung dan banyak kekhilafan, terlihat banyak tersenyum mengingat kondisinya saat itu.  Dia hanya berujar kenapa tidak dari dulu saja tersenyum menghadapi cobaan itu, karena di saat ini cobaan itu terasa ringan-ringan saja.    Dari moment tersebut saya bisa mengambil hikmah yang pertama tentang video kehidupan.  Apapun yang menimpa kita saat ini hadapi saja dengan senyuman tanpa menunggu senyuman kita di masa yang akan datang.
Lalu hikmah kedua tentang video kehidupan itu adalah hasil perenungan bagaimana kita harus melihat kehidupan kita nanti di hari pembalasan.  Saat saya melihat seluruh tayangan video kehidupan di dunia itu apakah membuat saya tersenyum karena dipenuhi dengan kebaikan, ataukah saya menangis sejadi-jadinya karena film itu dipenuhi dengan beragam keburukan, kemaksiatan atau pembangkangan kita pada Tuhan. Selagi masih ada waktu, selagi masih ada denyut di nadi, selagi masih bisa bernafas, putuskan saja untuk mengisi banyak waktu dengan kebaikan, banyak memohon ampun pada Tuhan dan mohon pada-Nya agar dihapus segala video kehidupan kita yang kelam di masa lalu.  Masa lalu memang sejarah tapi tetap saja tak bisa dihapus jika kelakuan maksiat itu masih dilakukan sampai kini. Maka saya putuskan juga untuk lebih berhati-hati melangkah di setiap waktu bergulir, lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang tiada henti mengalir, serta lebih banyak memberi dan berbagi seperti halnya angin yang terus berdesir.


Cerita sebuah nama Arief

Nama anak yang diberikan orang tua makin hari makin beragam dan keren, karena ada perpaduan nama dari eropa, arab, latin  ataupun sansekerta. Ada satu nama yang dari dulu tetap banyak digunakan alias favorit, nama itu adalah Arief, dan itulah pula nama saya.  Entahlah kenapa nama Arief menjadi favorit, mungkin artinya adalah bijak, dan nama adalah do'a.
Cerita-cerita berikut ini adalah beberapa risiko karena memiliki nama yang banyak digunakan oleh banyak orang.
Yang pertama adalah sering sekali menerima telepon dari rekan yang ketika diterima ternyata mereka langsung minta maaf karena rupanya keliru mengkontak akibat di dalam daftar kontaknya terdapat banyak nama Arief. namun ada hikmahnya juga karena jadi sering tanya kabar padahal gak niat.
Yang kedua saya harus sabar karena banyak sms yang keliru masuk, akhirnya saya sms balik bahwa itu sms keliru terkirim bukan Arief saya.
Yang ketiga jika terima kiriman barang atau kiriman pulsa yang dikirim tiba-tiba, harus betul-betul diteliti dulu jangan-jangan itu dikirim bukan untuk saya tapi untuk arief yang lain.  Cerita ini pernah terjadi ketika saya terima kiriman pulsa, beberapa jam kemudian saya terima sms yang isinya minta maaf ada salah kirim pulsa dan minta dibalikin kiriman pulsanya karena bukan untuk arief saya tapi untuk Arief yang lain.
Ketiga cerita di atas sepertinya merepotkan meskipun begitu tetap kita buat menjadi sesuatu hal yang membahagiakan, makanya kata guru saya perbanyaklah mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Nah, cerita yang terakhir ini adalah nyata yang betul-betul membahagiakan akibat memiliki nama Arief. Begini ceritanya : ketika di bulan-bulan pertama masuk menjadi CPNS tentu kita harus melewati fase sebagai pelaksana, baru 1-2 tahun kemudian kita bisa promosi ke jabatan yang lebih tinggi. Saya yang baru 3 bulan menjadi pelaksana, SK CPNS pun belum di tangan, tiba-tiba menerima kabar jika saya akan dipromosikan menduduki pejabat eselon 5 (waktu itu disebut kasubsi). Saya menganggap itu cuma gosip dan sama sekali menganggap itu tidak mungkin.  Namun apa yang terjadi, kepala kantor memanggil saya dan agak marah karena mengganggap saya bermain kotor karena punya pegangan pejabat yang diatas biar cepat promosi. Saya hanya bengong saja mendengar tuduhan itu, jawaban saya singkat "copot saja jabatan itu pak, saya fikir ini main-main, saya tidak punya pegangan pejabat level atas, dan saya pun masih sangat betah di kantor ini".  Ternyata SK promosi tersebut sudah ditandatangani dan dikeluarkan, saya pun tidak bisa menolak itu karena SK itu merupakan perintah.  akhirnya saya pun berpindah kantor, karena penasaran saya coba tanya-tanya ke bagian kepegawaian. Dan jawabannya agak lucu, jadi sebetulnya yang akan dipromosikan itu adalah pegawai lain yang namanya juga Arief namun entah kenapa yang ngurus promosi itu malah menarik Arief saya,  harusnya yang dipromosikan adalah Arief yang lain tapi yang terjadi Arief sayalah yang maju.
Begitulah cerita tentang nama Arief, apakah bakal ada episode berikutnya tentang berkah karena memiliki nama Arief ... kita lihat saja nanti, yang penting tetaplah bersyukur apapun itu nama anda wahai sobat !

Minggu, 26 Agustus 2012

Kerumunan itu keuntungan

Di seberang Gedung Sate Bandung terdapat Lapangan Gasibu, setiap hari minggu dulunya digunakan untuk olahraga namun kini dijadikan ajang wisata kuliner dan belanja beragam jenis barang.  Berkunjung ke gasibu memang mengasyikan lebih-lebih jika di dompet kita masih terdapat banyak uang.  Suasana lapang Gasibu yang semakin ramai dengan kerumunan orang ternyata manjadi sebuah hikmah tersendiri bagi saya. Jika diamati, mereka yang datang punya tujuan belanja, makan-makan, dan tentu saja ada juga yang ingin mengembangkan bakat dagang.  Entah berapa banyaknya jumlah kerumunan pembeli juga penjual di setiap minggunya. Namun arti kerumunan itulah yang akan diangkat dalam tulisan kali ini, semoga menangkap banyak hikmah. 
Ada seorang teman yang begitu tidak nyaman dan agak trauma dengan sebuah kerumunan, baginya kerumunan adalah sumber kekacauan.  Saat bertukar pikiran, saya sampaikan bahwa memang itu bisa terjadi namun dari sisi yang positif saya pun sampaikan bahwa kerumunan adalah sebuah potensi yang jika dikembangkan akan memberikan banyak keuntungan, kerumunan adalah sumber keuntungan.  Selain lapangan Gasibu Bandung, pemandangan banyaknya kerumunan yang dijadikan potensi adalah di banyak mesjid besar setiap habis sholat jumat.  Banyaknya penjual yang menjajakan aneka dagangannya kini menjadi pemandangan yang menarik.
Ada sebuah contoh nyata dimana sebuah pesantren di Bandung yang tadinya hanya dipenuhi oleh para santri kemudian banyak dikunjungi oleh masyarakat banyak dari berbagai kalangan termasuk tokoh-tokoh parpol sekalipun. Komplek pesantren itu kemudian menjelma menjadi sentra perekonomian karena demikian banyaknya jumlah pengunjung ke pesantren itu dari seluruh wilayah Indonesia. Konon harga tanah di kawasan itu menjadi naik berlipat.  Kerumunan orang-orang yang datang ke sana adalah untuk tujuan wisata rohani namun fakta membuktikan bahwa kerumunan itu dikembangkan potensinya sehingga memberikan banyak keuntungan untuk pihak pesantren maupun masyarakat sekitar.  Namun episode berikutnya jumlah kerumunan yang mengunjungi pesantren itu mengalami penurunan yang sangat signifikan karena tokoh pesantren tersebut yang memutuskan untuk berpoligami, satu hal yang sangat sensitif bagi kebanyakan wanita di Indonesia.
Kasus lainnya berkaitan dengan kerumunan adalah sebuah mall di jalan PETA Bandung.  Di awal operasionalnya mall ini merangkak menjadi sebuah mall besar dan bergengsi di Bandung.  Beberapa pedagang besar membuka tokonya di mall tersebut termasuk carefour, maka tak heran mall mulai ramai dikunjungi.  Kerumunan orang berhasil didatangkan dengan rutin.  Namun berikutnya timbulah sebuah petaka.  Seorang ibu ditemukan terbunuh di dalam mobilnya di area parkir mall tersebut dan ternyata agak lambat diketahui pihak keamanan.  Pengamatan saya mall itu kemudian mengalami kemunduran entah karena faktor keamanan atau faktor lainnya yang pasti beberapa tahun mall itu kemudian tidak beroperasi.  Kerumunan pun tak ada lagi, sampai sebuah grup usaha properti raksasa membikin gebrakan dengan merubah nama mall dan merancang program-program menarik untuk membuat kerumunan itu kembali ada. Perlahan tapi pasti kerumunan mulai ramai, dan ternyata efek lainnya muncul yaitu para pedagang mulai kembali percaya untuk berjualan di mall tersebut. Mall itu kini makin ramai dan diminati buktinya saya bersama keluarga paling sering mengunjungi mall ini.
Contoh lainnya yang unik dari sebuah kerumunan adalah fans sebuah grup musik papan atas.   Kerumunan fans kini banyak dikembangkan, diantaranya dengan membentuk komunitas khusus penggemar, kemudian dibuatlah beberapa merchandise atau benda unik lainnya yang kemudian dijual.  Sebuah fenomena menarik adalah ketika grup band asal Bandung Peterpan yang meski tiga tahun tidak manggung, namun merchandisenya tetap laku dijual, sampai-sampai kini banyak dijual produk bajakannya.  Kerumunan fans yang dioptimalkan mampu juga memberikan keuntungan.
Kerumunan orang adalah pasar yang potensial.  Tentu saja orang yang kreatif adalah mereka yang bisa membuat sebuah kerumunan orang atau komunitas lalu dikembangkan sehingga berpotensi untuk meraih keuntungan.  Sudahkan anda kreatif untuk itu ?

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tulisan adalah perjuangan kehidupan

Jika ingin menuliskan kedendaman, tulislah kedendaman itu bagai kita menulis di tepian pantai,  kedendaman akan hilang karena akan terhapus oleh air laut yang menepi.
Jika ingin menuliskan kebaikan, tulislah kebaikan itu bagai kita menulis di atas sebuah batu, kebaikan yang akan abadi dan tak akan terhapus oleh derasnya air hujan dan badai sekalipun.
Jika ingin menuliskan amal, biar malaikat Rokib yang paling sibuk menuliskan segala amal baik kita, perkuatlah tekad biar malaikat Atid dipensiunkan saja dari tugasnya mencatat amal buruk kita.
Jika ingin menuliskan sesuatu dalam batu nisan kita, biar orang-orang tercinta yang menulisnya dengan kenangan dan kesan mendalam tentang keber-arti-an kita.
Jika ingin menerima hasil tulisan kita di akhirat nanti, biar tangan kanan yang menerima buku yang penuh tulisan kebaikan kita.
Tulisan adalah perjuangan kehidupan.

(Arief Risman)

Kuingin maut yang lembut, tenang, membahagiakan

Diberitakan seorang pimpinan perusahaan nasional wafat karena kecelakaan di kawasan Sudirman Jakarta dikala suasana lebaran (2012).  Motor mewah ratusan juta yang dikendarainya menghindari mobil yang akan berbelok kemudian membentur pot yang menyebabkan almarhum terluka dan akhirnya mautpun menjemputnya.  Karir yang sedang bagus, harta yang melimpah serta kenikmatan lain harus segera ditinggalkannya. Kapan kita harus dijemput malaikat maut kita tidak pernah tahu, dimana ataupun bagaimana caranya. Tentu saja kita tidak usah dipusingkan dengan urusan itu tadi semua, yang penting adalah bagaimana saat terakhir kita dijemput malaikat maut apakah dalam keadaan beribadah ataukah dalam keadaan maksiat.  Saya sangat terharu dengan orang yang meninggal saat sedang beribadah, saat sedang berjuang dan berkorban, ataupun saat wafat dikelilingi oleh orang-orang tercinta yang membimbingnya untuk menyebut nama Allah.  Saat meregang nyawa sakit tak terkatakan, namun demikian kita tetap sibuk mengingat Tuhan, itu yang kita dambakan.  Saat maut menjemput bikin kita kalang kabut, namun demikian kita tetap menghadapinya dengan tenang dan lembut, itu yang kita harapkan. Kuinginkan maut yang tenang dan lembut. Kudambakan detik penghabisan yang membahagiakan. Hikmah kejadian ini adalah bahwa kadang kita mampu bersiap habis-habisan untuk pulang kampung di kala lebaran, namun sering kita terlena tidak bersiap untuk kepulangan kita ke kampung akhirat. Ayo sobat, putuskan saja untuk bersiap dengan segala amal kebaikan dan pertobatan mengharap ampunan dan rahmat Tuhan.