Sabtu, 25 Agustus 2012

Kuingin maut yang lembut, tenang, membahagiakan

Diberitakan seorang pimpinan perusahaan nasional wafat karena kecelakaan di kawasan Sudirman Jakarta dikala suasana lebaran (2012).  Motor mewah ratusan juta yang dikendarainya menghindari mobil yang akan berbelok kemudian membentur pot yang menyebabkan almarhum terluka dan akhirnya mautpun menjemputnya.  Karir yang sedang bagus, harta yang melimpah serta kenikmatan lain harus segera ditinggalkannya. Kapan kita harus dijemput malaikat maut kita tidak pernah tahu, dimana ataupun bagaimana caranya. Tentu saja kita tidak usah dipusingkan dengan urusan itu tadi semua, yang penting adalah bagaimana saat terakhir kita dijemput malaikat maut apakah dalam keadaan beribadah ataukah dalam keadaan maksiat.  Saya sangat terharu dengan orang yang meninggal saat sedang beribadah, saat sedang berjuang dan berkorban, ataupun saat wafat dikelilingi oleh orang-orang tercinta yang membimbingnya untuk menyebut nama Allah.  Saat meregang nyawa sakit tak terkatakan, namun demikian kita tetap sibuk mengingat Tuhan, itu yang kita dambakan.  Saat maut menjemput bikin kita kalang kabut, namun demikian kita tetap menghadapinya dengan tenang dan lembut, itu yang kita harapkan. Kuinginkan maut yang tenang dan lembut. Kudambakan detik penghabisan yang membahagiakan. Hikmah kejadian ini adalah bahwa kadang kita mampu bersiap habis-habisan untuk pulang kampung di kala lebaran, namun sering kita terlena tidak bersiap untuk kepulangan kita ke kampung akhirat. Ayo sobat, putuskan saja untuk bersiap dengan segala amal kebaikan dan pertobatan mengharap ampunan dan rahmat Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar