Diberitakan seorang pimpinan
perusahaan nasional wafat karena kecelakaan di kawasan Sudirman Jakarta dikala
suasana lebaran (2012). Motor mewah ratusan
juta yang dikendarainya menghindari mobil yang akan berbelok kemudian membentur
pot yang menyebabkan almarhum terluka dan akhirnya mautpun menjemputnya. Karir yang sedang bagus, harta yang melimpah
serta kenikmatan lain harus segera ditinggalkannya. Kapan kita harus dijemput
malaikat maut kita tidak pernah tahu, dimana ataupun bagaimana caranya. Tentu
saja kita tidak usah dipusingkan dengan urusan itu tadi semua, yang penting
adalah bagaimana saat terakhir kita dijemput malaikat maut apakah dalam keadaan
beribadah ataukah dalam keadaan maksiat.
Saya sangat terharu dengan orang yang meninggal saat sedang beribadah,
saat sedang berjuang dan berkorban, ataupun saat wafat dikelilingi oleh orang-orang
tercinta yang membimbingnya untuk menyebut nama Allah. Saat meregang nyawa sakit tak terkatakan, namun
demikian kita tetap sibuk mengingat Tuhan, itu yang kita dambakan. Saat maut menjemput bikin kita kalang kabut,
namun demikian kita tetap menghadapinya dengan tenang dan lembut, itu yang kita
harapkan. Kuinginkan maut yang tenang dan lembut. Kudambakan detik penghabisan
yang membahagiakan. Hikmah kejadian ini adalah bahwa kadang kita mampu bersiap
habis-habisan untuk pulang kampung di kala lebaran, namun sering kita terlena
tidak bersiap untuk kepulangan kita ke kampung akhirat. Ayo sobat, putuskan saja
untuk bersiap dengan segala amal kebaikan dan pertobatan mengharap ampunan dan
rahmat Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar