Di seberang Gedung
Sate Bandung terdapat Lapangan Gasibu, setiap hari minggu dulunya digunakan
untuk olahraga namun kini dijadikan ajang wisata kuliner dan belanja beragam
jenis barang. Berkunjung ke gasibu
memang mengasyikan lebih-lebih jika di dompet kita masih terdapat banyak
uang. Suasana lapang Gasibu yang semakin
ramai dengan kerumunan orang ternyata manjadi sebuah hikmah tersendiri bagi
saya. Jika diamati, mereka yang datang punya tujuan belanja, makan-makan, dan tentu
saja ada juga yang ingin mengembangkan bakat dagang. Entah berapa banyaknya jumlah kerumunan
pembeli juga penjual di setiap minggunya. Namun arti kerumunan itulah yang akan
diangkat dalam tulisan kali ini, semoga menangkap banyak hikmah.
Ada seorang
teman yang begitu tidak nyaman dan agak trauma dengan sebuah kerumunan, baginya
kerumunan adalah sumber kekacauan. Saat
bertukar pikiran, saya sampaikan bahwa memang itu bisa terjadi namun dari sisi
yang positif saya pun sampaikan bahwa kerumunan adalah sebuah potensi yang jika
dikembangkan akan memberikan banyak keuntungan, kerumunan adalah sumber
keuntungan. Selain lapangan Gasibu
Bandung, pemandangan banyaknya kerumunan yang dijadikan potensi adalah di
banyak mesjid besar setiap habis sholat jumat.
Banyaknya penjual yang menjajakan aneka dagangannya kini menjadi
pemandangan yang menarik.
Ada sebuah
contoh nyata dimana sebuah pesantren di Bandung yang tadinya hanya dipenuhi
oleh para santri kemudian banyak dikunjungi oleh masyarakat banyak dari
berbagai kalangan termasuk tokoh-tokoh parpol sekalipun. Komplek pesantren itu
kemudian menjelma menjadi sentra perekonomian karena demikian banyaknya jumlah
pengunjung ke pesantren itu dari seluruh wilayah Indonesia. Konon harga tanah di
kawasan itu menjadi naik berlipat.
Kerumunan orang-orang yang datang ke sana adalah untuk tujuan wisata
rohani namun fakta membuktikan bahwa kerumunan itu dikembangkan potensinya
sehingga memberikan banyak keuntungan untuk pihak pesantren maupun masyarakat
sekitar. Namun episode berikutnya jumlah
kerumunan yang mengunjungi pesantren itu mengalami penurunan yang sangat
signifikan karena tokoh pesantren tersebut yang memutuskan untuk berpoligami,
satu hal yang sangat sensitif bagi kebanyakan wanita di Indonesia.
Kasus lainnya
berkaitan dengan kerumunan adalah sebuah mall di jalan PETA Bandung. Di awal operasionalnya mall ini merangkak
menjadi sebuah mall besar dan bergengsi di Bandung. Beberapa pedagang besar membuka tokonya di
mall tersebut termasuk carefour, maka tak heran mall mulai ramai
dikunjungi. Kerumunan orang berhasil
didatangkan dengan rutin. Namun berikutnya
timbulah sebuah petaka. Seorang ibu
ditemukan terbunuh di dalam mobilnya di area parkir mall tersebut dan ternyata
agak lambat diketahui pihak keamanan.
Pengamatan saya mall itu kemudian mengalami kemunduran entah karena
faktor keamanan atau faktor lainnya yang pasti beberapa tahun mall itu kemudian
tidak beroperasi. Kerumunan pun tak ada
lagi, sampai sebuah grup usaha properti raksasa membikin gebrakan dengan
merubah nama mall dan merancang program-program menarik untuk membuat kerumunan
itu kembali ada. Perlahan tapi pasti kerumunan mulai ramai, dan ternyata efek
lainnya muncul yaitu para pedagang mulai kembali percaya untuk berjualan di
mall tersebut. Mall itu kini makin ramai dan diminati buktinya saya bersama
keluarga paling sering mengunjungi mall ini.
Contoh lainnya
yang unik dari sebuah kerumunan adalah fans sebuah grup musik papan atas. Kerumunan fans kini banyak dikembangkan,
diantaranya dengan membentuk komunitas khusus penggemar, kemudian dibuatlah
beberapa merchandise atau benda unik lainnya yang kemudian dijual. Sebuah fenomena menarik adalah ketika grup
band asal Bandung Peterpan yang meski tiga tahun tidak manggung, namun
merchandisenya tetap laku dijual, sampai-sampai kini banyak dijual produk
bajakannya. Kerumunan fans yang dioptimalkan mampu juga memberikan keuntungan.
Kerumunan
orang adalah pasar yang potensial. Tentu
saja orang yang kreatif adalah mereka yang bisa membuat sebuah kerumunan orang
atau komunitas lalu dikembangkan sehingga berpotensi untuk meraih keuntungan. Sudahkan anda kreatif untuk itu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar