Minggu, 26 Agustus 2012

Kerumunan itu keuntungan

Di seberang Gedung Sate Bandung terdapat Lapangan Gasibu, setiap hari minggu dulunya digunakan untuk olahraga namun kini dijadikan ajang wisata kuliner dan belanja beragam jenis barang.  Berkunjung ke gasibu memang mengasyikan lebih-lebih jika di dompet kita masih terdapat banyak uang.  Suasana lapang Gasibu yang semakin ramai dengan kerumunan orang ternyata manjadi sebuah hikmah tersendiri bagi saya. Jika diamati, mereka yang datang punya tujuan belanja, makan-makan, dan tentu saja ada juga yang ingin mengembangkan bakat dagang.  Entah berapa banyaknya jumlah kerumunan pembeli juga penjual di setiap minggunya. Namun arti kerumunan itulah yang akan diangkat dalam tulisan kali ini, semoga menangkap banyak hikmah. 
Ada seorang teman yang begitu tidak nyaman dan agak trauma dengan sebuah kerumunan, baginya kerumunan adalah sumber kekacauan.  Saat bertukar pikiran, saya sampaikan bahwa memang itu bisa terjadi namun dari sisi yang positif saya pun sampaikan bahwa kerumunan adalah sebuah potensi yang jika dikembangkan akan memberikan banyak keuntungan, kerumunan adalah sumber keuntungan.  Selain lapangan Gasibu Bandung, pemandangan banyaknya kerumunan yang dijadikan potensi adalah di banyak mesjid besar setiap habis sholat jumat.  Banyaknya penjual yang menjajakan aneka dagangannya kini menjadi pemandangan yang menarik.
Ada sebuah contoh nyata dimana sebuah pesantren di Bandung yang tadinya hanya dipenuhi oleh para santri kemudian banyak dikunjungi oleh masyarakat banyak dari berbagai kalangan termasuk tokoh-tokoh parpol sekalipun. Komplek pesantren itu kemudian menjelma menjadi sentra perekonomian karena demikian banyaknya jumlah pengunjung ke pesantren itu dari seluruh wilayah Indonesia. Konon harga tanah di kawasan itu menjadi naik berlipat.  Kerumunan orang-orang yang datang ke sana adalah untuk tujuan wisata rohani namun fakta membuktikan bahwa kerumunan itu dikembangkan potensinya sehingga memberikan banyak keuntungan untuk pihak pesantren maupun masyarakat sekitar.  Namun episode berikutnya jumlah kerumunan yang mengunjungi pesantren itu mengalami penurunan yang sangat signifikan karena tokoh pesantren tersebut yang memutuskan untuk berpoligami, satu hal yang sangat sensitif bagi kebanyakan wanita di Indonesia.
Kasus lainnya berkaitan dengan kerumunan adalah sebuah mall di jalan PETA Bandung.  Di awal operasionalnya mall ini merangkak menjadi sebuah mall besar dan bergengsi di Bandung.  Beberapa pedagang besar membuka tokonya di mall tersebut termasuk carefour, maka tak heran mall mulai ramai dikunjungi.  Kerumunan orang berhasil didatangkan dengan rutin.  Namun berikutnya timbulah sebuah petaka.  Seorang ibu ditemukan terbunuh di dalam mobilnya di area parkir mall tersebut dan ternyata agak lambat diketahui pihak keamanan.  Pengamatan saya mall itu kemudian mengalami kemunduran entah karena faktor keamanan atau faktor lainnya yang pasti beberapa tahun mall itu kemudian tidak beroperasi.  Kerumunan pun tak ada lagi, sampai sebuah grup usaha properti raksasa membikin gebrakan dengan merubah nama mall dan merancang program-program menarik untuk membuat kerumunan itu kembali ada. Perlahan tapi pasti kerumunan mulai ramai, dan ternyata efek lainnya muncul yaitu para pedagang mulai kembali percaya untuk berjualan di mall tersebut. Mall itu kini makin ramai dan diminati buktinya saya bersama keluarga paling sering mengunjungi mall ini.
Contoh lainnya yang unik dari sebuah kerumunan adalah fans sebuah grup musik papan atas.   Kerumunan fans kini banyak dikembangkan, diantaranya dengan membentuk komunitas khusus penggemar, kemudian dibuatlah beberapa merchandise atau benda unik lainnya yang kemudian dijual.  Sebuah fenomena menarik adalah ketika grup band asal Bandung Peterpan yang meski tiga tahun tidak manggung, namun merchandisenya tetap laku dijual, sampai-sampai kini banyak dijual produk bajakannya.  Kerumunan fans yang dioptimalkan mampu juga memberikan keuntungan.
Kerumunan orang adalah pasar yang potensial.  Tentu saja orang yang kreatif adalah mereka yang bisa membuat sebuah kerumunan orang atau komunitas lalu dikembangkan sehingga berpotensi untuk meraih keuntungan.  Sudahkan anda kreatif untuk itu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar