Hobby memfilmkan beberapa peristiwa menarik dalam keluarga atau tempat kerja masih terus dilakoni sampai saat ini. Niat awalnya adalah hanya untuk keperluan pengarsipan,
namun selanjutnya berkembang menjadi sebuah keasyikan yang bikin terus
ketagihan. Meski dengan sebuah handycam
biasa tanpa teknik pengambilan gambar yang luar biasa, saat sedang mengambil
film itu muncul sebuah kebahagiaan. Rasa
itu muncul ketika mengambil setiap wajah yang kita kenali, senyum itu akan
selalu muncul, senyum itu betul-betul segar yang bikin hati jadi lebih bergetar. Diantara mereka ada yang tersenyum karena
surprise, tersenyum karena malu, ada juga yang tersenyum bak Syahrini yang
sedang diwawancara wartawan gosip, namun yang paling mengasyikan adalah senyum
spontan anak-anak yang begitu polos melambaikan tangan menuju kamera handycam.
Selain faktor senyum, ada lagi
yang bikin bahagia ketika saya mengambil gambar video kehidupan. Faktor yang satu ini, baru disadari setelah
beberapa tahun pengambilan film. Dalam
sebuah pertemuan keluarga besar, film yang sudah 6 tahun yang lalu itu
ditayangkan kembali dan disaksikan bersama. Wow luar biasa perasaan saat itu,
semua melihat wajah-wajah yang masih lugu, penampilan yang masih cupu, gaya
rambut dan baju saat itu yang sedang trend, dan hal lainnya yang ternyata mampu
membuat kita tertawa tergelak tanpa ada seorang pun yang tersinggung. Hari kemarin memang sejarah yang tak mungkin
berulang, namun saat tayangan video itu ditayang ulang terasa bahwa apapun itu
tetap terasa dan berdampak sampai saat ini.
Ada saudara yang saat tayangan itu diputar memang kondisinya sedang
tidak beruntung dan banyak kekhilafan, terlihat banyak tersenyum mengingat
kondisinya saat itu. Dia hanya berujar
kenapa tidak dari dulu saja tersenyum menghadapi cobaan itu, karena di saat ini
cobaan itu terasa ringan-ringan saja. Dari
moment tersebut saya bisa mengambil hikmah yang pertama tentang video
kehidupan. Apapun yang menimpa kita saat
ini hadapi saja dengan senyuman tanpa menunggu senyuman kita di masa yang akan
datang.
Lalu hikmah kedua tentang video
kehidupan itu adalah hasil perenungan bagaimana kita harus melihat kehidupan kita
nanti di hari pembalasan. Saat saya
melihat seluruh tayangan video kehidupan di dunia itu apakah membuat saya
tersenyum karena dipenuhi dengan kebaikan, ataukah saya menangis sejadi-jadinya
karena film itu dipenuhi dengan beragam keburukan, kemaksiatan atau
pembangkangan kita pada Tuhan. Selagi masih ada waktu, selagi masih ada denyut
di nadi, selagi masih bisa bernafas, putuskan saja untuk mengisi banyak waktu
dengan kebaikan, banyak memohon ampun pada Tuhan dan mohon pada-Nya agar dihapus
segala video kehidupan kita yang kelam di masa lalu. Masa lalu memang sejarah tapi tetap saja tak
bisa dihapus jika kelakuan maksiat itu masih dilakukan sampai kini. Maka saya
putuskan juga untuk lebih berhati-hati melangkah di setiap waktu bergulir,
lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang tiada henti mengalir, serta
lebih banyak memberi dan berbagi seperti halnya angin yang terus berdesir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar