Selasa, 28 Agustus 2012

Video Kehidupan

Hobby memfilmkan beberapa peristiwa menarik dalam keluarga atau tempat kerja masih terus dilakoni sampai saat ini.  Niat awalnya adalah hanya untuk keperluan pengarsipan, namun selanjutnya berkembang menjadi sebuah keasyikan yang bikin terus ketagihan.  Meski dengan sebuah handycam biasa tanpa teknik pengambilan gambar yang luar biasa, saat sedang mengambil film itu muncul sebuah kebahagiaan.  Rasa itu muncul ketika mengambil setiap wajah yang kita kenali, senyum itu akan selalu muncul, senyum itu betul-betul segar yang bikin hati jadi lebih bergetar.  Diantara mereka ada yang tersenyum karena surprise, tersenyum karena malu, ada juga yang tersenyum bak Syahrini yang sedang diwawancara wartawan gosip, namun yang paling mengasyikan adalah senyum spontan anak-anak yang begitu polos melambaikan tangan menuju kamera handycam.
Selain faktor senyum, ada lagi yang bikin bahagia ketika saya mengambil gambar video kehidupan.  Faktor yang satu ini, baru disadari setelah beberapa tahun pengambilan film.  Dalam sebuah pertemuan keluarga besar, film yang sudah 6 tahun yang lalu itu ditayangkan kembali dan disaksikan bersama. Wow luar biasa perasaan saat itu, semua melihat wajah-wajah yang masih lugu, penampilan yang masih cupu, gaya rambut dan baju saat itu yang sedang trend, dan hal lainnya yang ternyata mampu membuat kita tertawa tergelak tanpa ada seorang pun yang tersinggung.  Hari kemarin memang sejarah yang tak mungkin berulang, namun saat tayangan video itu ditayang ulang terasa bahwa apapun itu tetap terasa dan berdampak sampai saat ini.  Ada saudara yang saat tayangan itu diputar memang kondisinya sedang tidak beruntung dan banyak kekhilafan, terlihat banyak tersenyum mengingat kondisinya saat itu.  Dia hanya berujar kenapa tidak dari dulu saja tersenyum menghadapi cobaan itu, karena di saat ini cobaan itu terasa ringan-ringan saja.    Dari moment tersebut saya bisa mengambil hikmah yang pertama tentang video kehidupan.  Apapun yang menimpa kita saat ini hadapi saja dengan senyuman tanpa menunggu senyuman kita di masa yang akan datang.
Lalu hikmah kedua tentang video kehidupan itu adalah hasil perenungan bagaimana kita harus melihat kehidupan kita nanti di hari pembalasan.  Saat saya melihat seluruh tayangan video kehidupan di dunia itu apakah membuat saya tersenyum karena dipenuhi dengan kebaikan, ataukah saya menangis sejadi-jadinya karena film itu dipenuhi dengan beragam keburukan, kemaksiatan atau pembangkangan kita pada Tuhan. Selagi masih ada waktu, selagi masih ada denyut di nadi, selagi masih bisa bernafas, putuskan saja untuk mengisi banyak waktu dengan kebaikan, banyak memohon ampun pada Tuhan dan mohon pada-Nya agar dihapus segala video kehidupan kita yang kelam di masa lalu.  Masa lalu memang sejarah tapi tetap saja tak bisa dihapus jika kelakuan maksiat itu masih dilakukan sampai kini. Maka saya putuskan juga untuk lebih berhati-hati melangkah di setiap waktu bergulir, lebih banyak bersyukur atas segala nikmat yang tiada henti mengalir, serta lebih banyak memberi dan berbagi seperti halnya angin yang terus berdesir.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar