Nama anak yang diberikan orang tua makin hari makin beragam dan keren, karena ada perpaduan nama dari eropa, arab, latin ataupun sansekerta. Ada satu nama yang dari dulu tetap banyak digunakan alias favorit, nama itu adalah Arief, dan itulah pula nama saya. Entahlah kenapa nama Arief menjadi favorit, mungkin artinya adalah bijak, dan nama adalah do'a.
Cerita-cerita berikut ini adalah beberapa risiko karena memiliki nama yang banyak digunakan oleh banyak orang.
Yang pertama adalah sering sekali menerima telepon dari rekan yang ketika diterima ternyata mereka langsung minta maaf karena rupanya keliru mengkontak akibat di dalam daftar kontaknya terdapat banyak nama Arief. namun ada hikmahnya juga karena jadi sering tanya kabar padahal gak niat.
Yang kedua saya harus sabar karena banyak sms yang keliru masuk, akhirnya saya sms balik bahwa itu sms keliru terkirim bukan Arief saya.
Yang ketiga jika terima kiriman barang atau kiriman pulsa yang dikirim tiba-tiba, harus betul-betul diteliti dulu jangan-jangan itu dikirim bukan untuk saya tapi untuk arief yang lain. Cerita ini pernah terjadi ketika saya terima kiriman pulsa, beberapa jam kemudian saya terima sms yang isinya minta maaf ada salah kirim pulsa dan minta dibalikin kiriman pulsanya karena bukan untuk arief saya tapi untuk Arief yang lain.
Ketiga cerita di atas sepertinya merepotkan meskipun begitu tetap kita buat menjadi sesuatu hal yang membahagiakan, makanya kata guru saya perbanyaklah mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Nah, cerita yang terakhir ini adalah nyata yang betul-betul membahagiakan akibat memiliki nama Arief. Begini ceritanya : ketika di bulan-bulan pertama masuk menjadi CPNS tentu kita harus melewati fase sebagai pelaksana, baru 1-2 tahun kemudian kita bisa promosi ke jabatan yang lebih tinggi. Saya yang baru 3 bulan menjadi pelaksana, SK CPNS pun belum di tangan, tiba-tiba menerima kabar jika saya akan dipromosikan menduduki pejabat eselon 5 (waktu itu disebut kasubsi). Saya menganggap itu cuma gosip dan sama sekali menganggap itu tidak mungkin. Namun apa yang terjadi, kepala kantor memanggil saya dan agak marah karena mengganggap saya bermain kotor karena punya pegangan pejabat yang diatas biar cepat promosi. Saya hanya bengong saja mendengar tuduhan itu, jawaban saya singkat "copot saja jabatan itu pak, saya fikir ini main-main, saya tidak punya pegangan pejabat level atas, dan saya pun masih sangat betah di kantor ini". Ternyata SK promosi tersebut sudah ditandatangani dan dikeluarkan, saya pun tidak bisa menolak itu karena SK itu merupakan perintah. akhirnya saya pun berpindah kantor, karena penasaran saya coba tanya-tanya ke bagian kepegawaian. Dan jawabannya agak lucu, jadi sebetulnya yang akan dipromosikan itu adalah pegawai lain yang namanya juga Arief namun entah kenapa yang ngurus promosi itu malah menarik Arief saya, harusnya yang dipromosikan adalah Arief yang lain tapi yang terjadi Arief sayalah yang maju.
Begitulah cerita tentang nama Arief, apakah bakal ada episode berikutnya tentang berkah karena memiliki nama Arief ... kita lihat saja nanti, yang penting tetaplah bersyukur apapun itu nama anda wahai sobat !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar