Senin, 24 Desember 2012

Tempelkan impian anda sedekat 5 Cm

Ada satu alasan khusus kenapa saya putuskan untuk menonton film Indonesia 5Cm di bioskop.  Saya baca di sebuah kicauan twitter teman yang sudah menonton film itu bahwa tempel impian mu di depan kening sejauh 5cm.  Setelah sedikit mendalami ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming) saya kaitkan kalimat dari film itu dengan beberapa materi dalam ilmu NLP.  Salah satunya adalah tentang submodality.  Sering kita gamang menuju masa depan, salah satu penyebabnya adalah masih saja kita membesarkan gambaran keterpurukan kita di masa lalu, di sisi yang lain kita malah mengecilkan gambaran sukses kita di masa yang akan datang.  setiap hari kita membawa-bawa gambaran-gambaran tersebut di dalam otak kita, maka apa yang terjadi ? semangat menjadi tidak menyala-nyala, badan bergerak tidak dengan membara, dan tentu perasaan pun akan ikut terbawa suasana nestapa.  Ingat pikiran dan badan adalah satu, maka buat selalu otak anda dalam kondisi fit dan suasana yang tetap menyenangkan.  Otak yang bernas, akal pun akan semakin cerdas, badan pun akan makin beringas mengerjakan beragam kebaikan juga mencapai impian dan harapan.
Dalam film itu diceritakan 5 orang sahabat yang berniat untuk membuat sesuatu yang luar biasa, maka puncak gunung Semeru-lah yang dijadikan sarana untuk itu.  Saat melihat puncak gunung yang tinggi itu, beberapa dari mereka mulai ragu.  Karena kebersamaan dalam sebuah persahabatan akhirnya mereka menjadi yakin, dan salah satu ucapan yang menyemangati mereka adalah kurang lebih seperti ini  "tempelkan impian itu di depan kening sedekat 5 cm, sehingga impian itu akan selalu melayang-layang di depan mata, juga mengguncangkan pikiran".  Di akhir film setelah melewati berbagai ujian, impian mereka menjadi kenyataan, mereka mampu melihat gugusan awan dari puncak Mahameru.
Hikmah dari film ini memang banyak sekali, mulai dari cinta tanah air yang alamnya begitu menakjubkan, arti sebuah persahabatan, dan yang paling saya garis bawahi adalah tentang keteguhan menggapai impian.  Membaca tulisan yang memotivasi untuk menggapai impian sudah sering sata lahap, namun dengan sebuah tayangan film yang bagus, sound yang jernih, musik yang menggelorakan, nuansa meraih impian itu terasa sekali.  Saya seolah terbawa suasana ikut mendaki puncak Mahameru.  Ilmu dari NLP adalah besarkan gambaran yang baik, kecilkan atau buramkan gambaran yang tidak bermanfaat, nah dari film ini saya memperoleh tambahan metode, yaitu tempelkan impian itu pada kening beberapa centi saja. Kini saya selain menuliskan dan menggambarkan impian dalam pikiran, juga menempelkan impian itu sedekat mungkin di kening ini. Mata ini memang terus melihat tempelan impian itu, maka ayo kita terus berikhtiar dengan maksimal, dibarengi doa pada Allah yang maha Kuasa ..... insya Allah kita mencapai kejayaan dan dicatat sebagai pahala kebaikan.

Rabu, 19 Desember 2012

Bukan Taman Biasa


Setiap sabtu saat memberikan materi di kampus itu, selalu saya lewati taman makam yang cukup padat penghuninya.  Pemandangan pusara yang indah dari kejauhan tampak rapi berjejeran. Pusara yang terpasang menandakan ada raga yang terkubur dan tergeletak tak berdaya.  Yang terkubur di sana tak berdaya apapun meski untuk mengusir rayap yang paling kecil sekalipun.  Di alam mereka yang sedang terkubur itu hanya amalan yang menemaninya.  Kegelisahan dan ketakutan buat mereka yang  selama hidupnya minim dengan amal kebaikan.  Ketenangan menyelimuti mereka yang  selama hidupnya optimal dengan amal kebaikan.  Pada pusara itu tertulis rapi nama penghuni makam, berikut tanggal mulai dan akhir hidupnya.  Betapa waktu menjadi sedemikian berharga buat mereka yang sudah tinggal di makam itu.  Sering saya melihat jejeran pusara itu di setiap sabtu, namun baru saat itu begitu terpikir bagaimana suasana mereka di alamnya yang baru. Meski jasad itu ada di tengah keramaian kota, hiruk pikuknya tak akan mungkin mereka nikmati.  Lupakan tayangan sinetron atau film tentang jasad yang kembali bergentayangan.  Selama waktu hiduplah kita masih bisa beraktifitas dengan segala suka citanya, namun saat sudah berakhir jatahnya maka raga ditinggal oleh sang nyawa.  Kini raga hanya teronggok dalam makam untuk dijadikan santapan binatang tanah yang kelaparan.
Di sekitar taman makam berseliweran orang-orang dengan segala aktifitasnya.  Pemandangan taman pusara mungkin hanya pemandangan biasa, tapi mungkin ada juga yang melihatnya sebagai peringatan yang sangat berharga.  Taman pusara itu kini mengingatkan akan  mahalnya sebuah kesempatan dan berharganya seperseribu detik kehidupan. Di taman pusara itu tertulis jatah waktu hidup, dan kita yang masih diberi waktu hanya tinggal menunggu saat antrian nyawa itu dicabut.  Siapkah atau tidak itu bukan untuk digunjingkan.  Bersiaplah setiap saat karena kita tidak tahu kapan malaikat maut itu menjemput.  Ayo optimalkan jatah waktu yang tersisa untuk memperbanyak bekal dengan segala amal kebaikan.

Selasa, 11 Desember 2012

pikiran nyaman - perasaan tenang

Aktifitas mengantar anak setiap hari kerja sambil pergi menuju kantor rutin saya lakukan.  Betapa mahalnya sebuah kegiatan ini dapat difahami setelah seorang rekan di jakarta begitu sangat menginginkan aktifitas itu dapat ia lakukan. Di Jakarta dengan kondisi kemacetan yang semakin parah, hal itu sangat tidak mungkin dilakukan.  Maka ketika akhirnya kembali ke Bandung dan serumah kembali dengan anak istri, aktifitas mengantar anak menjadi sebuah hal yang menyenangkan dan dilakoni dengan penuh kesyukuran.
Namun kadang muncul rasa jenuh, bukan karena mengantarnya tapi karena suasana di jalan menuju sekolah anak itu yang membuat bad mood.  Di sebuah jalan yang dilewati kereta api dan berdekatan dengan station kereta di kawasan Bandung timur, suasana pagi itu selalu semrawut.  Pengguna motor tidak mematuhi peraturan lalu lintas, seenaknya melawan arus jalan atau memutar jalan tak beraturan, semuanya ini menyebabkan kemacetan.  Belum ditambah dengan sopir angkot yang seenaknya juga berhenti mengambil dan menurunkan penumpang.
Solusi sudah difikirkan, diantaranya pergi lebih pagi namun bikin tak nyaman anak yang jadinya kedapatan masuk angin. Berusaha mencari jalan tikus tetap bermuara ke rel kereta. Sampai akhirnya dicoba jalan yang sedikit memutar ke arah pusat kota.  Ternyata suasananya lebih nyaman, meski tetap terjadi macet namun saya tidak lagi menyaksikan kelakuan orang yang terlalu kelewatan melanggar aturan di jalan.  Gambaran tiap hari yang terasa lebih nyaman saat mengantar anak menjadikan perasaan nyaman juga membuat fikiran tetap tenang.  Gambaran tiap hari memang harus diupayakan yang baik-baik saja yang dicerna otak karena itu mempengaruhi perasaan kita seharian.  Jika tiap hari diupayakan seperti ini maka bayangkan dalam sebulan ataupun setahun perasaan dan pikiran kita akan tetap terjaga kenyamanannya.  Produktifitas pun akan makin meningkat karena fungsi tubuh kita difungsikan dengan lebih efektif menuju kebahagiaan.

Sabtu, 17 November 2012

sadar dan waras

Salah satu kelebihan manusia dibanding mahluk lainnya adalah manusia dianugerahi otak & kecerdasan.  Otak & kecerdasan berperan besar dalam perkembangan peradaban manusia.  Manusia zaman batu dulu hanya mengenal teknologi sederhana misalnya pemukul batu untuk memburu binatang.  Kini dengan berbagai kemajuan teknologi, banyak alat yang telah diciptakan untuk berbagai kebutuhan.  Itu salah satu pemanfaatan otak dengan baik.
Namun di pihak lain, banyak orang yang tidak menggunakan otaknya dengan cerdas dan waras.  Kelakuan beberapa manusia malah menjadi lebih rendah dari binatang sekalipun.  Berbagai tragedi kemanusiaan membuktikan betapa kesadaran dan kewarasan manusia tunduk di bawah dorongan nafsu buruknya.  Sebagai manusia yang masih merasa waras, kita perlu cerdas mengamati hidup dan kehidupan ini.  Memang otak yang dianugrahkan tidak memiliki manual book bagaimana menggunakannya dengan baik.  Namun tentu saja kita pun diberikan kecerdasan bagaimana menjalani hidup dengan indah karena mengoptimalkan fungsi otak.
Salah satu cara sederhana menggunakan otak adalah menyadari apapun yang sedang kita lakukan, dan apa yang akan kita kerjakan.  Hindari mengerjakan sesuatu namun kita tidak dengan full melakukannya.  Badan dan fikiran tidak seiring sejalan, Akibatnya kita tidak menikmatinya dengan baik, maka hasilnyapun tidak begitu memuaskan.  Saat di rumah terbayang kerjaan di kantor, atau saat di kantor terbayang masalah di rumah.  Maka cara pertama untuk mengerjakan sesuatu itu dengan baik adalah sadari bahwa anda sedang melakukan sesuatu tersebut, setelah itu barulah kita kerjakan pekerjaan yang lain dengan lebih baik.  Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus, maka tidak menutup kemungkinan kondisi drop akan dialami.  saat pikiran dihadapkan pada satu kondisi yang dilematis, sedangkan ilmu untuk mengarahkan pada solusi yang lebih baik tidak dimiliki, maka pikiran manusia akan mengalami ketegangan atau biasa disebut sebagai stress.  Maka sadarlah anda dengan kondisi yang dihadapi, bertanggungjawablah atas putusan yang telah diambil, serta waraslah jika kita adalah manusia sempurna yang dianugrahi otak dan kecerdasan.  Kehidupan kita pun akan menjadi indah karena kita sadar dan waras bahwa kita selalu hadir dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Maka sadarlah dan tetaplah waras.... be present ! 

Senin, 05 November 2012

Bacaan anda makanan jiwa

Raga butuh makanan yang baik dan bergizi, badan pun sehat, segar, dan bugar.
Jiwa butuh pula makanan yang  membuat kita tetap optimis, bersyukur, tetap ceria, dan selalu ingat pada Yang Maha Kuasa.
Jagalah fikiran anda dari hal-hal negatif yang merongrong jiwa.
Banyak cara untuk itu, satu diantaranya adalah bacalah tulisan bermutu dan penuh makna.
Membaca bacaan sampah, fikiran tergiring ke tempat pembuangan sampah yang penuh masalah.
Membaca bacaan jorok membuat fikiran menjadi ngorok dan malas berzikir
Membaca bacaan setan menggerogoti fikiran karena dipenuhi virus pembunuh ketauhidan.
Bacalah bacaan yang membuat jiwa tetap sehat
Bacalah bacaan yang membuat batin menjadi qolbun salim
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Selasa, 30 Oktober 2012

Andai bisa ditangguhkan

Jika mendengar kata penangguhan atau penundaan maka bisa beragam respon yang muncul.  Bisa kecewa ataupun bikin perasaan jadi lega.  Kita ambil contoh Anak-anak SMU yang akan menghadapi test dari gurunya tiba-tiba mendapat kabar ditunda karena sang guru harus rapat dengan kepala sekolah. Banyak siswa yang bersorak girang karena pelaksanaan test ditangguhkan, ada juga yang kecewa karena mereka ingin segera melewati ujian.  Calon penumpang pesawat tentu kecewa dengan penundaan keberangkatan karena mereka harus menunggu lebih lama.
Dalam istilah Akuntansi dikenal istilah Pajak Tangguhan, sebuah perkiraan untuk mengakomodir adanya perbedaan penerapan antara ketentuan Akuntansi dengan aturan perpajakan dalam hal penghitungan pajak penghasilan.  Materi Pajak Tangguhan biasanya disampaikan pada mata kuliah Akuntansi Pajak. Sebagai pengajar Akuntansi Pajak saya pun sering menyampaikan materi Pajak Tangguhan, sehingga ketika mengajar materi ini pun mengalir seperti biasa saja.  Sampai satu saat, materi pajak tangguhan menjadi begitu berkesan sangat mendalam.  Apa yang menyebabkan sesi itu menjadi sangat berkesan, kita simak paragraf berikutnya.
Malam itu saya memberikan materi pajak tangguhan di depan peserta kursus brevet pajak ternama di Bandung sampai sekitar pukul 21.00.  Saya ambil photo para peserta selama di kelas karena itu adalah materi di hari terakhir.  Keesokan harinya seperti biasa, saya pun melakukan aktifitas di kantor.  Tiba-tiba telepon masuk ke handphone rupanya dari petugas admin kursus pajak dimana saya mengajar semalam.  Isi beritanya cukup mencengangkan.  Salah satu peserta yang tadi malam masih mengikuti kursus, pada pukul 5 pagi meninggal dunia.  Sungguh ini sangat mengagetkan, kemudian saya teringat photo-photo yang malam itu saya ambil, dan semua tampak berjalan biasa saja tidak ada firasat ataupun keanehan.  Setelah merenung beberapa saat, saya memperoleh hikmah kehidupan.  Kita semua faham bahwa ujian sekolah bisa ditangguhkan, jadwal keberangkatan bisa terjadi penundaan, dalam akuntansi pun ada istilah pajak tangguhan.  Namun, jika berkaitan dengan usia maka itu tidak akan pernah ada penangguhan atau penundaan.  Jika memang malaikat maut sudah turun, maka tak akan ada penundaan sedetikpun.  Bijaklah memanfaatkan waktu, karena jika sudah berlalu, dia tak akan pernah bisa diulang seperti lagu.  Bijaklah mengarungi kehidupan, penuhilah dengan kemanfaatan dan kebaikan, agar cukup perbekalan kita di hari pembalasan.

Selasa, 16 Oktober 2012

cinta sepanjang masa

Cerita berikut menjadi gambaran betapa pasangan adalah harta yang paling berharga selama kita hidup, karena akan mendampingi kita dalam suka maupun duka, dalam keadaan sakit maupun sehat, dan tentu saja dalam keadaan kaya ataupun miskin sekalipun.
Saat duduk di teras rumah sore hari, pasangan kakek nenek itu tampak bahagia.  Cinta yang mereka pupuk dari muda kini tetap segar dan membara.  Sang kakek mulai berucap pada sang nenek, "masih ingat gak, dulu saya pernah menyatakan ABCDEFG pada mu ...."
Sang nenek mengingat sejenak, lalu berucap, " ah itu sudah kuno, coba cari yang baru ... masih ingat sih, A Boy Can Do Everything For the Girl, sambil tersipu.
Giliran si nenek yang berucap, "masih ingat gak, saat kita sama-sama sukses, aku juga punya singkatan bagus HIJKL"
Si kakek mulai mengingat singkatan itu, "ah iya ingat dong, Hopefully, I Just Keep Loving you"
Keduanya pun tertawa bersama, lalu tiba-tiba si kakek menanyakan singkatan baru, "oh iya aku punya singkatan baru, kan tadi katanya sudah kuno itu ABCDEFG-nya"
Nenek pun langsung tertarik, karena sang kakek memang perayu ulung, " apa itu mas, singkatannya ?"
Kakek dengan mantap menjawab," kamu itu, Amazing, Beautiful, Cute, Dynamic, Elegant, Fantastic, Good, Humble ....... "
Nenek gak sabar. " lalu IJK-nya apa dong ?" sambil tersenyum cerah
Kakek melanjutkan sambil tersenyum," I am Just Kidding"
Sang kakek pun kabur, karena melihat si nenek mulai memerah mukanya.

Selasa, 09 Oktober 2012

Panggilan adalah Sebuah Pengakuan

Dalam kehidupan sehari-hari panggilan bapak atau ibu mungkin dianggap biasa saja, begitu pula Mr. atau Mrs.  Panggilan itu mengalir begitu saja dan kita tak mungkin membuat kesalahan ketika menggunakan panggilan itu.  Sampai pada suatu saat, makna sebuah panggilan itu menjadi sangat berarti ketika saya menghadapi sebuah kejadian di tempat kerja saya yang dulu. Beberapa tahun lalu saya sempat bekerja di sebuah hotel berbintang empat di Bandung, pada malam itu saya bertugas shift malam dan agak surprise karena ada tamu selebritis papan atas yang check in ke hotel kami. Saat check in itulah saya memberikan kunci kamar dan kartu kamarnya.  Semua berjalan seperti biasa dan saya lakukan sesuai SOP, namun telepon kemudian berdering. "Mas ! anda yang melayani saya check in kan ? " katanya. Saya menjawab benar bahwa saya  yang melayani artis tersebut. "Hei mas ! kerja yang betul dong, lihat itu di kartu registrasi, ada yang salah itu, lihat yang betul ya ! sambungnya. Saya berusaha mencari apa kesalahan itu, namun sepertinya semua sudah betul dan tak ada yang keliru. Karena kelamaan sang artis mulai tambah marah, "lihat itu MISTER..... itu salah mas, saya bukan Mister saya Mrs.". Dug, jantung saya seolah berhenti berdebar, karena kesalahan penyebutan memang menjadi sangat sensitif bagi artis itu. Akhirnya saya langsung mengucap maaf kepadanya, "mohon maaf BU ! sudah saya perbaiki. Saya beruntung artis itu tidak terus-terusan marah, coba bayangkan jika saat mengucap maaf itu pun salah lagi, pasti tambah marah artis ibukota itu. Lalu anda mungkin bertanya, siapa sih artis itu, yang salah mister saja begitu marahnya.  Beliau adalah Dorce Gamalama. Anda tentu faham kenapa beliau sampai marah seperti itu.
Kejadian itu betul-betul menyadarkan saya akan pentingnya sebuah panggilan yang benar.  Jika kita ambil contoh lain, seorang yang ingin merasa muda tentu ingin dipanggil mba atau teteh dibanding dipanggil dengan panggilan ibu.  Saya juga punya teman yang lebih nyaman dipanggil mas ketimbang dipanggil bapak.  Apapun itu begitulah panggilan. Panggilan ternyata bukan hanya untuk memanggil seseorang.  Panggilan juga merupakan sebuah pengakuan. Pengakuan akan sebuah jati diri yang diharapkannya.  Jadi berhati-hatilah menggunakan nama panggilan.

Panggilan itu Penghormatan

Memanggil seseorang dengan sebuah panggilan memiliki makna dan tujuan.  Panggilan yang umum digunakan adalah bapak, ibu, mas atau mba serta panggilan lainnya. Saya pernah dipanggil tuan namun ada kesan saya adalah majikan pria yang punya pasangan nyonya.  Seorang suami yang memanggil istrinya dengan panggilan cantik, honey, yayang atau panggilan indah lainnya itu pertanda dia adalah suami yang menyayangi pasangannya.  Sering kita dengar ayah ibu yang memanggil anak-anaknya dengan sebutan yang tidak pantas, pertanda mereka mematikan jiwa & keceriaan anak-anak mereka.  Untuk seorang yang sangat terhormat, biasa kita dengar panggilan yang mulia.  Tentu saja untuk komunitas trainer laris, kita perlu memanggil sesama rekan kita dengan panggilan “yang sukses dan mulia” sesuai jargonnya guru kita Jamil Azzaini.  Panggilan memiliki begitu banyak manfaat dalam pergaulan antar manusia.  Dilarang kita membuat panggilan yang berisi ejekan atau bahkan melecehkan. Berilah panggilan terindah, panggilan terbaik juga panggilan terasyik untuk siapapun dia
Cerita berikut ini dapat menjadi bukti betapa sebuah panggilan memiliki kesan mendalam bagi seseorang.  Saya memiliki sahabat sebut saja namanya Wawan, dia adalah pegawai kantor pajak  yang bertugas sebagai juru sita pajak di sebuah kota di Jawa Barat.  Tugas Juru Sita Pajak adalah menagih hutang pajak para Wajib Pajak.  Wawan menghadapi sebuah kendala dimana ada seorang Wajib Pajak, sebutlah namanya Pak Dadang yang memiliki jumlah hutang pajak yang cukup besar namun masih belum mau untuk membayar hutang pajaknya.  Telah dilakukan berbagai upaya namun masih juga belum menampakan hasil.  Sampai akhirnya setelah mengamati budaya setempat dan tanya sana sini tentang profil pak Dadang,  Wawan menemukan cara lain yang kelihatannya sangat layak untuk dicoba. Pada hari berikutnya Wawan mendatangi pak Dadang di lokasi usahanya. Dengan pendekatan komunikasi yang akrab Wawan diterima dengan baik, malah setelah itu hubungan dengan pak Dadang terasa lebih erat dan akrab.  Mengetahui bahwa Pak Dadang adalah tokoh terkenal di kampungnya, Wawan pun memberikan penghormatan yang tulus dan mengapresiasi kiprahnya di masyarakat.   Pembicaraan pun mengalir dalam suasana yang akrab dan menyenangkan, sampai akhirnya pak Dadang mau membayar hutang pajaknya dengan rela tanpa banyak komentar ataupun penundaan.  Wawan girang karena dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.  Lalu apa rahasianya sehingga Wawan berhasil meyakinkan pak Dadang mau membayar hutang pajaknya.  Ternyata salah satu kunci suksesnya adalah dengan sebuah panggilan yang memang di daerah tersebut dapat diartikan sebagai sebuah penghormatan kepada tokoh yang sukses dan punya banyak pengaruh.   Panggilan yang digunakan Wawan untuk memanggil pak Dadang adalah “kang haji”.  Panggilan ini ternyata sangat mempengaruhi perasaan pak Dadang, yang merasa sangat dihargai, dihormati dan juga disegani.
Cerita Wawan teman saya yang juru sita pajak itu menginspirasi saya untuk selalu memberikan panggilan yang tulus kepada seseorang siapapun itu.  Jika ingat pesan guru kita Jamil Azzaini bahwa sebuah energi positif yang ditebarkan itu akan kembali positif kepada yang menebarkannya, maka saya yakin bahwa sapaan atau panggilan yang tulus untuk menghormati orang lain juga merupakan energi positif yang akan kembali positif kepada kita yang mengucapkannya. Jadi, sapalah atau panggilah siapapun itu dengan panggilan terbaik.

Minggu, 23 September 2012

sikap memaafkan yang tidak seimbang ...

Dua tokoh ini sama-sama berasal dari Bandung.  Dua-duanya sama-sama pernah bikin geger di masyarakat.  Tokoh yang satu bikin kaget karena menikah lagi atau berpoligami, tokoh yang kedua bikin geger karena kasus video porno dengan dua orang artis papan atas.
Tokoh pertama meski perbuatannya sah secara hukum seolah mendapat "hukuman" dari masyarakat, tokoh yang kedua mendapat hukuman penjara meski begitu tetap mendapat pembelaan & simpati dari para fans setianya.
Waktu pun berlalu .... tokoh pertama masih aktif berdakwah meski tidak sedahsyat dulu karena sebagian masyarakat terutama kaum wanita seolah masih membencinya, masih menghukumnya.  Tokoh yang kedua setelah keluarnya dari penjara, malah mendapat sambutan yang luar biasa hebatnya.  Tour yang dianggap sukses itu tercatat di buku rekor Muri.  Masyarakat sepertinya melupakan atau memaafkan perbuatannya itu.  Mereka menyambut kembalinya sang tokoh dengan alasan melihat seninya saja tidak menghukum orangnya.  Oke saja mereka yang punya sikap seperti itu, namun sikap yang berbeda kita lihat pada tokoh yang pertama tadi yang merupakan pendakwah, meski tindakannya sah dan halal namun masyarakat seolah tidak menerimanya, kita lihat sekarang, tidak ada televisi yang mau menayangkannya kembali dalam acara-acara unggulan mereka.  Fenomena ini memang sangat tidak seimbang, masyarakat memang punya penilaiannya masing-masing, dan itu bisa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah kekuatan media. 
Memaafkan memang dibutuhkan karena kita sadar kita pun tidak terlepas dari kesalahan. Apapun itu memaafkan dibutuhkan kebesaran jiwa dan kedewasaan dalam bersikap.

Minggu, 02 September 2012

Bacaan anda makanan jiwa


Raga butuh makanan yang baik dan bergizi, maka badan pun sehat, segar, dan bugar.
Jiwa butuh pula makanan yang  membuat kita tetap optimis, bersyukur, tetap ceria, dan selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Jagalah fikiran anda dari hal-hal negatif yang merongrong jiwa.
Banyak cara untuk itu, satu diantaranya adalah bacalah tulisan bermutu dan penuh makna.
Membaca bacaan sampah, fikiran tergiring ke tempat pembuangan sampah yang penuh masalah.
Membaca bacaan jorok membuat fikiran menjadi ngorok dan malas berzikir
Membaca bacaan setan menggerogoti fikiran karena dipenuhi virus pembunuh ketauhidan.
Bacalah bacaan yang membuat jiwa tetap sehat
Bacalah bacaan yang membuat batin menjadi qolbun salim
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.